top of page

KETIKA SANG PENA TAK PERNAH BERHENTI UNTUK MENCERITAKAN


Ditempat ini, setiap hari sang pena tidak pernah berhenti untuk menuliskan ceritanya. Mulai dari hal yang sepele sampai sesuatu yang memang membuat ingatan kita tidak bisa melupakanya. Candaan, tangisan, masalah, solusi, sampai proses pertunjukan semua terus tertulis didalam pikiran. Jikapun sang pena mulai lelah untuk menulis, cairan tinta tidak pernah berhenti untuk mengisi membantu sang pena yang menulis “kegilaan” ditempat tersebut. Entah apa yang membuat orang-orang didalamnya mau menunjukan “kegilaannya” didepan orang banyak. Sebuah kepuasan tersendiri ketika bisa melihat penonton terhibur dan masuk kedalam ruh suatu pementasan yang diberikan.

Aaaah, prolog yang tidak menarik yaa :D. Tapi percayalah, 5 tahun tergabung dalam tempat ini memberikan kesan yang luar biasa. Bersama dengan 4 orang yang memiliki kirteria yang berbeda seperti seorang pemikir yang tidak bisa ditebak ide brilyan yang dikeluarkannya, seseorang yang mempunyai idealisme tinggi, seseorang pekerja rendah hati dan wanita yang selalu menjadi penengah dari kami para lelaki. Tidak hanya itu, kami ditemani oleh para prajurit srikandi yang hebat, hujan yang setia untuk menyejukan, berisiknya para wayang ketika diatas panggung, tunas-tunas yang bersiap menjadi pondasi yang menadakan kokohnya tempat ini, serta puluhan anak kecil yang tidak mau kalah untuk melanjutkan cerita kami. Pernah merasakan titik jenuh ? pasti. Berkelahi? apa lagi. Masalah? Setiap hari. Berbeda pendapat? Itulah kami yang selalu mempunyai pemikiran berbeda untuk kemajuan. Tapi, teorinya adalah Seni itu Masalah, Seni itu Solusi, Seni itu tertawa, Seni itu bersedih, Seni itu diam, seni itu berontak. Beristirahat sejenak adalah solusinya dan buat lah segalanya menjadi bagian alenia dari cerita yang tertulis. Seperti kata Aristoteles “Tujuan seni adalah untuk mewakili bukan penampilan luar dari hal-hal, tapi makna batin mereka”. heheeee

Kembali lagi melanjutkan sebuah cerita ketika masa pengabdian telah selesai. Cerita apa ??? bahagianya melihat mereka bisa melakukan suatu hal hebat diatas panggung. Walaupun tidak lagi terlibat langsung didalamnya. Selalu ada pemikiran dan hati yang berkata “Coy ngini ading tingkat Kami nah” sambil merujuk ke para penoton yang menyaksikan pertunjukan. Sombong ? Tidak, Hanya sebuah rasa bangga melihat para pena baru yang terus menggoreskan tinta manisnya diatas kertas.

Mungkin suati hari nanti, ketika rambut mulai memutih dan kita duduk kembali di kursi sebagai penonton setia mereka yang bermain diatas panggung. Atau ketika kita duduk diteras rumah ditemani dengan secangkir kopi sambil membuka album foto kita dengan rasa bangga atas apapun yang sudah kita alami diwaktu muda dan tenang dimasa tua tanpa adanya penyesalan. Harapannya pang apa? sama seperti yang pernah ditulis sebelumnya, tempat yang sudah menaungi ratusan pelaku seni di kampus orange ini terus bersedia menjadi tempat berproses bagi para penghuninya. Teruslah menjadi sang pena yang tidak berhenti menuliskan cerita diatas kertas.


Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page